13 Oktober 2008
belajar ilmu ikhlas
Ditulis oleh M Asrul Azwar Full ++ dan telah dikomentari sebanyak 86 buah
entah kenapa akhir2 bulan ini senang sekali saya membaca tentang suatu keikhlasan, kesabaran, dan kejujuran, kata2 tersebut sangat mudah untuk di ucapkan tapi sangat susah di praktekkan, karena reaksi yang ditimbulkan setelah kita menjalankan tersebut, susah untuk diterjemahkan oleh kasat mata atau rata2 tidak bereaksi langsung dengan lingkungan.
berbeda dengan senyum, marah, jutek, hal tersebut bisa sangat langsung di rasakan di lingkungan sekitar.
semakin di pelajari akan semakin banyak halangan dan cobaan, tapi jika memang ketiga hal tersebut ada dalam diri kita yang namanya halangan dan cobaan tidak akan ada, karena semuanya dijalani dengan penuh ikhlas dan jujur, muka yang marah, kesel, akan keluar dengan senyum, dan senyum yang tulus sangat menyejukkan hati.
seorang sahabat mendapatkan sebuah cobaan, dan saya sangat bersimpati padanya, kemudian aku kasih semangat dengan berkata, " sudahlah jangan disesali, ikhlaskan saja dan yang sabar, inysa Alloh nanti akan mendapatkan kembai gantinya ". teman saya langsung mengaminin kata2 saya.
namun beberapa minggu setelah kejadian sobatku, hal ini timbul pada diri saya... setelah saya ngasih kabar kepada orang yang ku cintai, lalu tiba2 saya teringat dengan sobat saya dan langsung saya menelponnya, dan dia saya suruh berkata hal yang sama yang kemaren saya katakan padanya " sudahlah jangan disesali, ikhlaskan saja, nanti juga kita bisa dapatkan yang lebih baik lagi kok.." saya lalu mengaminin dan kita berdua tertawa....
lalu sambil sedikit meneteskan air mata (air mata bahagia) saya bilang bahwa hari ini saya sangat bersyukur dan dikasih tahu sama yang diatas ternyata begini ini loh... rasanya... dan derita (masalah) yang kita peroleh ternyata sangat nikmat jika dinikmati bersama orang - orang yang kita sayangi, karena punya rasa senasib daripada masalah tersebut jadi konsumsi public yang hanya memancing simpati orang, sebab simpati public menurut saya kebanyakan terasa kurang ada nikmatnya karena biasa mereka mengungkapkan rasa simpatinya karena ada orang lain di sekitarnya bukan terhadap si subjectnya
wallahu'alam bish showab
(read more ...) berbeda dengan senyum, marah, jutek, hal tersebut bisa sangat langsung di rasakan di lingkungan sekitar.
semakin di pelajari akan semakin banyak halangan dan cobaan, tapi jika memang ketiga hal tersebut ada dalam diri kita yang namanya halangan dan cobaan tidak akan ada, karena semuanya dijalani dengan penuh ikhlas dan jujur, muka yang marah, kesel, akan keluar dengan senyum, dan senyum yang tulus sangat menyejukkan hati.
seorang sahabat mendapatkan sebuah cobaan, dan saya sangat bersimpati padanya, kemudian aku kasih semangat dengan berkata, " sudahlah jangan disesali, ikhlaskan saja dan yang sabar, inysa Alloh nanti akan mendapatkan kembai gantinya ". teman saya langsung mengaminin kata2 saya.
namun beberapa minggu setelah kejadian sobatku, hal ini timbul pada diri saya... setelah saya ngasih kabar kepada orang yang ku cintai, lalu tiba2 saya teringat dengan sobat saya dan langsung saya menelponnya, dan dia saya suruh berkata hal yang sama yang kemaren saya katakan padanya " sudahlah jangan disesali, ikhlaskan saja, nanti juga kita bisa dapatkan yang lebih baik lagi kok.." saya lalu mengaminin dan kita berdua tertawa....
lalu sambil sedikit meneteskan air mata (air mata bahagia) saya bilang bahwa hari ini saya sangat bersyukur dan dikasih tahu sama yang diatas ternyata begini ini loh... rasanya... dan derita (masalah) yang kita peroleh ternyata sangat nikmat jika dinikmati bersama orang - orang yang kita sayangi, karena punya rasa senasib daripada masalah tersebut jadi konsumsi public yang hanya memancing simpati orang, sebab simpati public menurut saya kebanyakan terasa kurang ada nikmatnya karena biasa mereka mengungkapkan rasa simpatinya karena ada orang lain di sekitarnya bukan terhadap si subjectnya
wallahu'alam bish showab

Subcribe RSS of this blog