30 Januari 2009
Luka
Ditulis oleh M Asrul Azwar Full ++ dan telah dikomentari sebanyak 85 buah
Ketika ku terbangun dan membuka mata, ku ucap rasa syukurku kepada sang
pencipta. Tak lupa ku teriakkan dalam hatiku "sungguh hari ini aq
sangat bahagia, dan tidak ada orang rasaannya sebahagia saya saat ini".
Ku coba bangunkan badanku rasa sakit ini mulai kambuh, tapi tak kuidahkan rasa sakit tersebut, sambil ku menuju kamar mandi dan mengambil air wudlu. Selesai sholat saya memulai membuka laptopku dan mengecek email dan membuka ym. Ah tak terasa ada pesan masuk dari seorang sahabat yang membuat rasa sakitku menjadi sempurna. Tak lama aq langsung menarik nafas panjang, dan ku keluarkan perlahan2x...
"semoga rasa sakit ini cepat sembuh " ucap doaku dlm hati.
Ku hidupkan alunan music gamelan dan kurebahkan badan yang kurus kering ini untuk mencoba meringankan rasa sakit ini, tiba2 saya teringat sebuah cerita dan sepertinya kupingku terbisik suara yg begitu keras " hey... Dasar kamu itu pemalas dan manusia yg tidak bersyukur, lihat dirimu dan berkacalah...!!! "
aku langsung menghela nafas panjang dan mulai berdiri di depan sebuah cermin. Alunan musik gamelan tadi seakan membawaku untuk menikmati bentuk tubuhku yg tidak sempurna didepan sebuah cermin.
Aku mulai berjalan keluar membuka cendela kamar, dan ku hirup nafas panjang...
Hati ini pun merasa kurang puas, karena cuaca begitu cerah sangat sayang jika di lewati hanya dari balik jendela.
Aq pun mengerakkan badan untuk membuka pintu kamar dan mulailah memadu cinta dengan alam yg begitu indah...
Sambil duduk dikursi kecil kepalaku menunduk dan hati ini lirih berkata " Ya Alloh, engkau tahu apa yg terbaik buat hamba, jika luka ini memang terbaik buatku biarkanlah dia (luka) bersamaku, tapi kuatkanlah hati ini agar tetap tegar dalam senyuman kebahagiaan"
aq mulai membangkitkan badan dan langsung siap2 untuk bekerja.
15 menit lagi jam 8.00 pagi, saya sudah berada di kantor, suasana di lingkungan kantor pun sudah agak kelihatan ramai, aku parkir sepeda motorku, dan langsung ke meja kerja dan menghidupkan komputer. Tak lama seorang office boy, yang juga merangkap kerja sebagai sopir datang menyuguhkan sebuah teh hangat ke tempat mejaku. Pagi yang cerah sangat cocok jika di sandingkan dengan sebuah tegukan teh hangat yang langsung ku sruput, " pak,teh nya kurang manis? " tanya bobby, office boy yang merangkap menjadi sopir. " cukup bob, makasih yah " jawabku.
saya bekerja di sebuah perusahaan jasa freight fowarding, warehaouse and distribution, yang merupakan anak perusahaan elektronik terkenal milik pribumi. Disini saya termasuk karyawan baru, 3 bulan sudah saya lalui, pada bulan pertama saya memegang di bagian administrasi sales non goups, tapi selama sebulan ini saya harus menghandle semua pekerjaan, untuk mengoptimalkan return cargo (muatan balik), agar perusahaan memperoleh laba.
Hari ini merupakan jadwalku untuk memimpin brifing karyawan, dan pertama kalinya. Memang sebelum kerja di mulai setiap hari kita selalu melakukan brifing dan setiap karyawan dari satpam sampai pimpinan cabang diwajibkan secara bergantian untuk memimpin acara ini dan menyampaikan kondisi, hasil yang dicapai, sampai keluh dan kesah pekerjaan.
aku mulai membuka sebuah dokumen, untuk disampaikan ke semua karyawan tentang hasil kerjaku. Akupun bersyukur mulai menyenangi pekerjaan ini.
[bersambung]
(read more ...) Ku coba bangunkan badanku rasa sakit ini mulai kambuh, tapi tak kuidahkan rasa sakit tersebut, sambil ku menuju kamar mandi dan mengambil air wudlu. Selesai sholat saya memulai membuka laptopku dan mengecek email dan membuka ym. Ah tak terasa ada pesan masuk dari seorang sahabat yang membuat rasa sakitku menjadi sempurna. Tak lama aq langsung menarik nafas panjang, dan ku keluarkan perlahan2x...
"semoga rasa sakit ini cepat sembuh " ucap doaku dlm hati.
Ku hidupkan alunan music gamelan dan kurebahkan badan yang kurus kering ini untuk mencoba meringankan rasa sakit ini, tiba2 saya teringat sebuah cerita dan sepertinya kupingku terbisik suara yg begitu keras " hey... Dasar kamu itu pemalas dan manusia yg tidak bersyukur, lihat dirimu dan berkacalah...!!! "
aku langsung menghela nafas panjang dan mulai berdiri di depan sebuah cermin. Alunan musik gamelan tadi seakan membawaku untuk menikmati bentuk tubuhku yg tidak sempurna didepan sebuah cermin.
Aku mulai berjalan keluar membuka cendela kamar, dan ku hirup nafas panjang...
Hati ini pun merasa kurang puas, karena cuaca begitu cerah sangat sayang jika di lewati hanya dari balik jendela.
Aq pun mengerakkan badan untuk membuka pintu kamar dan mulailah memadu cinta dengan alam yg begitu indah...
Sambil duduk dikursi kecil kepalaku menunduk dan hati ini lirih berkata " Ya Alloh, engkau tahu apa yg terbaik buat hamba, jika luka ini memang terbaik buatku biarkanlah dia (luka) bersamaku, tapi kuatkanlah hati ini agar tetap tegar dalam senyuman kebahagiaan"
aq mulai membangkitkan badan dan langsung siap2 untuk bekerja.
15 menit lagi jam 8.00 pagi, saya sudah berada di kantor, suasana di lingkungan kantor pun sudah agak kelihatan ramai, aku parkir sepeda motorku, dan langsung ke meja kerja dan menghidupkan komputer. Tak lama seorang office boy, yang juga merangkap kerja sebagai sopir datang menyuguhkan sebuah teh hangat ke tempat mejaku. Pagi yang cerah sangat cocok jika di sandingkan dengan sebuah tegukan teh hangat yang langsung ku sruput, " pak,teh nya kurang manis? " tanya bobby, office boy yang merangkap menjadi sopir. " cukup bob, makasih yah " jawabku.
saya bekerja di sebuah perusahaan jasa freight fowarding, warehaouse and distribution, yang merupakan anak perusahaan elektronik terkenal milik pribumi. Disini saya termasuk karyawan baru, 3 bulan sudah saya lalui, pada bulan pertama saya memegang di bagian administrasi sales non goups, tapi selama sebulan ini saya harus menghandle semua pekerjaan, untuk mengoptimalkan return cargo (muatan balik), agar perusahaan memperoleh laba.
Hari ini merupakan jadwalku untuk memimpin brifing karyawan, dan pertama kalinya. Memang sebelum kerja di mulai setiap hari kita selalu melakukan brifing dan setiap karyawan dari satpam sampai pimpinan cabang diwajibkan secara bergantian untuk memimpin acara ini dan menyampaikan kondisi, hasil yang dicapai, sampai keluh dan kesah pekerjaan.
aku mulai membuka sebuah dokumen, untuk disampaikan ke semua karyawan tentang hasil kerjaku. Akupun bersyukur mulai menyenangi pekerjaan ini.
[bersambung]

Subcribe RSS of this blog