• Photo Galery

    • Jelita Crew
    • February 2012
      MSSRKJS
         1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      26272829   
  • Archives

  • Content Tag

  • Testimonials

    • hi
  • Blog Roll

  • Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 217827 kali
  • Subcribe RSS of this blog
  • 27 April 2008

    sengketa hati

    Ditulis oleh M Asrul Azwar Full ++ dan telah dikomentari sebanyak 80 buah

    Entah yang lalu masih saja tersimpan dalam kalbu
    kenangan yang sekilas membuat hati kian tak jelas
    menganggu tafakkurku, dan membuat angan² yang tak pasti

    sang pengubah malam ku mencari dirimu
    ubah lah hatiku dan terangi gelapku
    ku tak ingin ada dua hati yang mengangguku

    cintamu ada dalam istana jiwaku
    bersama tahta kesabaran
    bermahkota permohonan

    jika dia milikku jangan kau jauhkan
    andai dia menganggu ke khusukku
    hilangkan dalam ke ikhlasan

    biarlah sengketa hatiku jadi mimpi burukku
    janganlah jadi kenyataan yang baru
    sampai dia menjadi milikku

    (read more ...)

    13 April 2008

    sebatas kata

    Ditulis oleh M Asrul Azwar Full ++ dan telah dikomentari sebanyak 80 buah

    Lirih tersendat di tengorokan
    Suara itu sulit keluar dari peraduan
    Seakan ada belenggu yang engan terpatahkan

    Ku tarik selangkah ke belakang
    Ku pandang dua bola matamu yang rupawan
    Semangat pun menjadi padam

    Entah kenapa kehangatan jiwamu
    Bengkokkan keberanianku
    Ke elokan tubuhmu terus debarkan jatungku

    Kata cinta hanya terucap dalam dada
    Sulit memang tapi harus mulai di coba
    Walau sebatas kata, cinta bisa merubah jiwa

    (read more ...)

    13 April 2008

    teringat

    Ditulis oleh M Asrul Azwar Full ++ dan telah dikomentari sebanyak 1 buah

    Dinginnya malam bekukan kaki dan tulang
    Dalam angan panjang, dinginpun cairkan kenangan
    Wahai malam kenapa engkau tak bekukan pikiran ini
    Sungguh aku begitu sakit dalam kesendirian


    Lihatlah ingatan ku pun mulai bangun
    Beranjak Mengoyak hati dan pikiran
    Ohh… kenapa jiwaku yang biasa diam
    Tiba – tiba Mengertak segumpal darah yang terpendam


    Belum sempat ku bertanya denyut nadi mulai berlari kencang
    Mengambil Ruas – ruas yang sengaja kubuang
    Dan melempar ke mataku hingga buyar
    sampai tumpah sudah air yang ku bendung


    Tuhan tolong sampaikan pada sang malam
    Walau masih jauh waktu yang ku tempuh
    Esok gelap akan tengelam, dan air pasang kan surut
    Dengan kesabaran ini aku akan menunggu kehangatan

    (read more ...)
    footer