• Photo Galery

    • office boy
    • November 2009
      MSSRKJS
      1234567
      891011121314
      15161718192021
      22232425262728
      2930     
  • Archives

  • Content Tag

  • Testimonials

    • oo.......knapa gak skrg aja...bosen liat aa terus di FL qeqeqe..becanda yah....
  • Blog Roll

  • Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 217840 kali
  • Subcribe RSS of this blog
  • 30 November 2009

    Sekretaris dan Raja Minyak

    Ditulis oleh M Asrul Azwar Full ++ dan telah dikomentari sebanyak 84 buah


    SEORANG sekretaris nan cantik ditugaskan oleh bosnya untuk menemani seorang raja minyak dari Arab yg menjadi klien penting bagi perusahaannya.


    Tertarik oleh kecantikannya, si raja tiba-tiba memintanya untuk menikahinya. Tentu saja sekretaris itu terkejut, namun ia teringat perintah bosnya untuk tidak mengecewakan kliennya itu dalam bentuk apapun. Karena itu, ia memikirkan cara untuk menolak ajakannya dengan halus.

    "Baiklah, aku akan menikah denganmu dengan tiga syarat. Pertama, aku mau cincin kawin berlian 75 karat bertahtakan intan bermahkota tiga 200 karat," katanya.

    Si raja terpekur sejenak dan kemudian mengangguk, "Ok, ok ana felikan, ana felikan"

    Menyadari keadaan ini, si wanita kembali memikirkan syarat yang lebih susah.

    "OK, kedua, aku mau kamu buatkan istana di New York berkamar 100 dan sebagai rumah peristirahatan, aku mau vila di tengah kota Paris dengan 200 orang pelayan, 10 Ferarri dan lima pesawat jet pribadi."

    Sang raja minyak kembali terpekur, mengambil ponsel dan mengontak sana-sini. "Ok, ok, ana fuatkan, ana fuatkan"

    "Gawat!" pikir si sekretaris. Dengan peluh sebesar kacang kedelai, ia kembali memikirkan syarat terakhir. Akhirnya, ia merasa mendapatkan syarat yang nyaris mustahil bisa dikabulkan oleh si raja ini.

    Sambil mengedipkan mata, ia berkata, "Oh, baiklah. Ini yang terakhir. Aku suka sekali dengan seks dan karenanya aku mau laki-laki yang menjadi suamiku mempunyai penis sepanjang 30 cm."

    Si raja minyak tampak kaget dan kecewa sekali dengan syarat terakhir ini. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan sambil sesenggukan. Akhirnya, sambil mengusap air mata dan menatap wanita itu dengan sedih,ia berkata, "Ok, ok, ana fotong, ana fotong, deh."

    Di kutip dari inilah.com


    (read more ...)

    29 November 2009

    Ramalan 2013 Gelap, Kosong, Sunyi dan Menakutkan

    Ditulis oleh M Asrul Azwar Full ++ dan telah dikomentari sebanyak 5 buah

    Seorang wartawan sedang mewawancarai seorang peramal yang sangat sakti dan tidak pernah meleset ramalan yang di ucapkannya.

    wartawan      : "mbah, menurut berita - berita di media cetak dan elektronik banyak meramalkan kiamat memang benar terjadi di
                          2012, manusia akan musnah, dan isi dunia semuanya menjadi hancur. Kira-kira kita bisa tahu nga mbah apa yang
                          akan terjadi di Tahun 2013, apakah masih ada tanda - kehidupan"
    mbah dukun : "baiklah saya akan coba menerawang melangkah ke kehidupan 2013, sebelumnya anda mundur 3 meter dari saya,
                          karena kekuatan saya bisa membuat pingsan kamu"
    wartawan      : " baik mbah.."

    wartawan itu mulai mundur 3 meter dan paranormal itu berkomat kamit seperti orang keusurupan dan mulai seperti kehilangan kesadaranya dan mulai mengeluarkan sebuah kata - kata dan mencium bau aneh, sehingga seperti wartawan tersebut di bawa ke alam 2013

    mbah dukun : "Gelap, Kosong, Sunyi, menakutkan" lalu mbah dukun tiba terbangun dan kelihatan badannya capek dan pucak.
    wartawan      :  "Terima kasih mbah, ternyata ramalan suku maya benar adanya, 2012 dunia ini menjadi gelap dan kosong, tidak  
                           ada peradapan di muka bumi ini, semuanya musnah dan mengerikan, dan semuanya terasa bau busuk banyak
                           bangkai mayat yang saya rasakan"

    Wartawan tersebut mulai terkagum - kagum melihat kemapuan si peramal.

    Mbah dukun : "Bukan itu yang saya maksud, Gelap, kosong, sunyi dan menakutkan itu adalah tempat pemakaman di samping 
                          rumah saya ini yang gelap gara PLN mati, dan bau busuk yang kau rasakan itu karena mbah habis kentut"
                          si mbah mukanya merah dan tersipu2 malu.
    Wartawan     : "hahhhh #@#$$%%$^^^^&^%$#@!

    (read more ...)

    05 November 2009

    Tuhan Yang Maha Jowo

    Ditulis oleh M Asrul Azwar Full ++ dan telah dikomentari sebanyak 80 buah

    (Emha Ainun Nadjib/"Secangkir Kopi jon Pakir"/Mizan/1995/)



    Kalau Anda sering bergaul dengan orang Luar Negeri, terutama auslander yang tergolong 'modern'dan 'rasional' -- mungkin saja sering Anda sampai pada kesimpulan begini : "Panas dulu kita bangsa Jawa ini gampang dijajah. Lha wong kita ini terlalu baik".
    Terlalu 'baikan' sama orang. Sangat menyambut. Akomodatif. Suka menyuguh dan memberikan apa saja yang kita bisa kepada para tamu. Itu namanya "jowo". Kalau pelit, itu "ora jowo". Tentulah. Karena kita semua memang pengagum Tuhan, dan berusaha meniru sifat-sifatNya. Bukankah Tuhan Maha Jowo?
    Bayangkanlah kalau Allah mengurangi jowoNya, misalnya pagi ini kurangi anugerah Nya kepada Anda dengan mengambil mata atau telinga yang nempel di tubuh kita dan disimpan kembali di gudang Nya.
    Lha, ya begitulah, beberapa lama ini saya menemani tamu monco saya. Tak habis-habisnya saya nraktir, membelikan lurik, batik, berbagai sovenir, T-shirt, dan lain-lain. Sampai pada suatu hari, saya berdebat dengannya menemukannya sebagai seorang materialis sejati.
    Materialis itu bukan dalam arti gila materi, tapi ia melihat seluruh kehidupan ini hanya sebagai materi. Ia menertawakan filsafat, tak percaya kepada jiwa dan mengenali nilai-nilai hanya sejauh menyangkut struktur keberadaan materi. Maka manusia dilihatnya hanya sebagai perut, dan segala uurusan politik hanyalah berkisar pada distribusi nasi. Maka ia fanatik kepada orang miskin dan 'sentimen' kepada orang kaya.
    Saya mencoba berontak dengan menunjukkan kepadanya bahwa saya ini lebih melarat dibanding dia yang punya gaji tetap dan besar dan bisa sering tamasya ke luar negeri dan bisa pelit.
    Maka kalau saya mentraktirnya ini itu, semata-mata karena filsafat hidup saya, kerena rasa sosial (bukan solidaritas rasional) dan karena nilai cinta kemanusiaan.
    Nilai-nilai itu ternyata tak ada maknanya bagi materialisme yang menjadi tulangg punggung kehidupannya. Saya jadi anyel.
    Saya katakan kepadanya bahwa rakyat Indonesia bisa bertahan hidup karena filsafat, karena ketahanan moral dan nilai-nilai kejiwaan. Kalau tak punya itu, dengan takaran materi yang amat rendah, mereka sudah hancur hidupnya. Dengan nilai-nilai itu mereka tetap sanggup memanusiakkan dirinya di tengah derita kemelaratan.
    Karena si monco ono memang tak tahu banyak tentang manusia Indonesia, maka dia tak mampu membantah argumentasi saya. Saya lantas merasa iba, kasihan, dan segera saya traktir lagi.

    (read more ...)

    02 November 2009

    aRTi sEbuah KepERcayAan

    Ditulis oleh M Asrul Azwar Full ++ dan telah dikomentari sebanyak 84 buah

    Si Gagap dan Si Tuli sudah lama menjalin cinta, tapi berhubung si Gagap ingin merubah hidupnya dia merantau ke negeri sebrang. Suatu ketika tibalah kerinduan si Gagap dan ingin menjenguk pujaan hatinya.
    Betapa senangnya si Tuli melihat Kedatangan si Gagap, si tuli menyambut gembira dengan berbagai hidangan istimewa.

    Si Tul :i " Sayang, wajahmu sungguh pucat dan kurang segar, engkau sepertinya terlalu capek kerja dan butuh isirahat"
    Si Gagap : " IIiiiiii yaa.. Kuuuu piiinkir Beee giii tu..."
    Si Tuli : "Apa... mau kopi?, bentar ya kubuatin kopi"
    si gagap mulai bengong, tapi dia berpikir memang hal ini sering terjadi dan si gagap sudah mengangap hal itu sesuatu hal yang biasa.
    Si Tuli : "abang... ini kopinya gimana enak nga?"
    si Gagap : " eeee naaaakk"
    Si Tuli : " Apa eneg, mungkin kebanyakan susu ya bang?"
    Si Gagap : " eeeengg ngak eee nakkk "
    Si Tuli : " ah.. masak sih kurang gula, dan eneg, sini ku coba" si tuli mulai mencicipi kopi buatannya yang lagi di pegang si Gagap "Enak gini lo bang..." komentar si Tuli.
    Si Tuli :" Kenapa sih.. dari tadi abang tidak mesra dan romantis, selalu saja abang mengeluh dan mengkritik saya, apa abang sudah tidak sayang saya" sambil terisak tangis.

    Percecokan mulai terjadi mereka pun mulai mepersoalkan hal-hal kecil kemudian di besar - besarkan, dan akhirnya si gagap memutuskan untuk pulang agar tidak terjadi keributan lebih parah lagi.

    setelah situasi mulai reda, si gagap dan si tuli mulai berdoa kepada Dewa.
    mereka berdua sungguh mengerti akan kekurangan dan kesulitan komunikasi yang terjadi, mereka tidak bisa berbuat apa - apa, karena ini sudah menjadi keputusan dan takdir dari Dewa.
    Walaupun si Tuli suka memarahi si gagap dan sering mengeluh, si gagap tetap mencintai si Tuli, dan Si tuli juga sadar atas ketidak sempurnaan alat komunikasi yang dimilikinya (panca indra) sehingga sering membuat salah paham si Gagap.
    Hal inilah yang membuat Dewa Iba kepada mereka karena saling sadar atas kekurangan mereka dalam setiap Doanya.

    Akhirnya Dewa turun ke bumi dan berkata kepada mereka "Jika kamu selalu bersyukur atas apa yang aku kasih, aku akan terus memberikan nikmat dan menjaga cinta kalian berdua, maka janganlah engkau takut.
    Apa yang kalian keluhkan adalah karena kurangnya rasa kepercayan yang kalian miliki serta semuanya akan hancur jika kalian Tidak menjaganya. Kepercayan itu tidak berdasarkan atas Panca Indra yang engkau miliki, tapi semua semuanya berdasarkan atas Cinta yang ada dalam hati kalian.

    (read more ...)
    footer