Bulan Ramadhan memang
penuh pesona, yang bisa membawa kita ke sebuah gerbang kemenangan
(yaitu idul fitri) . Arti dalam sebuah kemenangan menurutku sebenarnya
bukanlah kemenangan sebuah kejayaan tapi kemenangan untuk melanjutkan
peperangan yang lebih dasyat lagi. Maka sebagian ulama juga menyebutkan
bulan Ramadhan merupakan tempat untuk melatih diri kita, tempat
berintropeksi, atau tempat menempa nilai - nilai religius kita.
Bulan Ramadhan selalu penuh hikmah, keajaiban, dan pesona yang
mengundang manusia berbondong - bodong untuk menanti, serta melupakan
hal - hal yang bersifat duniawi sejenak dalam sebulan.
ada sebuah hadist yang berbunyi "Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda,"Apabila bulan
Ramadhan datang, maka pintu-pintu surga akan dibukakan dan pintu-pintu neraka
akan ditutup serta setan-setan akan dibelenggu"
(HR Bukhari). Saya sangat yakin sekali bahwa hadis itu benar dan di
bulan yang suci ini bahwa setan - setan telah di belenggu (mampus lo..
setan :D ). dari hadist tersebut sangat kontradiktif dengan kenyataan
yang ada misalnya kita pernah dan kadang mendegar bahkan melihat masih
adanya perilaku setan - setan yang masih berkeliaran di dunia ini?,
kenapa kok bisa, kan setan - setan pada di belenggu. Nah itulah manusia
kadang tidak sadar (termasuk diri saya) dan beranggapan bahwa perilaku
yang jelek mutlak hanyalah perbuatan setan belaka. Menurutku itu salah
manusia punya nafsu dan nafsu itu ada negatif dan Positif. Setan
hanyalah sebuah pendongkrak perilaku negatif yang selalu menjerumuskan
kita. (perilaku negatif merupakan cerminan setan)
contoh kenapa kok saya bisa menulis tersebut misalnya adalah tadi pagi
selesai habis subuh, saya bermimpi. Dalam mimpi saya tersebut tiba -
tiba pacar saya datang ke kost2an saya, mungkin karena pacar saya
kecapean habis kuliah, dia numpang mandi di kost2an saya. (Red. busyet
kenape saya bisa mimpi kayak gini, mungkin karena kangen kalie yeee),
selesai dia mandi dia menyuruh saya keluar kamar karena dia mau pake
baju. saya pun beranjak keluar dan selang beberapa menit pacar saya
manggil " mas.. mas.. kesini donk..." dengan nada serak - serak basah,
loh... pemikiran seorang laki- laki yang normal seperti saya di panggil
pacarnya yang habis mandi yo.. langsung sumringah rek.. (red. bs. jawa,
sumringah = senang sekali). apalagi kurang lebih sekitar 3 bulan tidak
bertemu. kemudian tanpa babibu.. saya langsung masuk kamar dan bilang "
ada apa ade sayang..." (Red. ucapan seorang pria romantis dan gagah
perkasa qeqeqeqeqe), dia pun berdiri dan memandang saya dengan seyuman
(red. dalam mimpi bikin greget saya) saya pun beranjak melangkah dan
mau peluk dia, eit.. tunggu dulu.. dia langsung bilang " ih.. mau apaan
sih.. saya mau sholat dan tolong carikan sajadah" langsung darah tinggi
saya turun dan wajah mendadak lesu :p
nah.. coba kalo mimpi saya terjadi tidak di bulan ramadhan, pasti deh..
setan megubah mimpi saya tersebut menjadi hal - hal yang bersifat
negatif dan tak patut di tulis disini ( FILM 17 + ) huehuehueuhue..
Contoh lagi :
di dekat kantor Ayah saya jaman dulu ada suatu jalan atau gang kalo
malam terkenal sangat angker dan disitu katanya banyak yang suka
mendegar jeritan seorang perempuan yang sedang menagis, dan kalo
mendekat dengan jarak 10 meter dari tempat tersebut bulu kuduk saya
langsung merinding. tapi berbeda dengan bulan ramadhan, di temat
tersebut saya merasakan suatu hal yang biasa saja seperti tempat - tempat
yang lainnya. dan sekarang tempat tersbut di jadikan terminal (yaitu
terminal mojoagung)
Marilah kita bersama - sama intropeksi diri, dan janganlah selalu
menyalahkan bahwa perilaku negatif kita, merupakan perbutan setan
belaka, kroscek dan jagalah nafsu negatif kita agar tidak di program
atau di kontrol oleh setan. Manusia pasti punya khilaf dan salah karena
memang manusia pada dasarnya tidak ada yang sempurna akhlaknya, tapi
ketidak sempurnaan ini juga jangan di jadikan sebuah alasan untuk
melakukan perbuatan negatif secara terus-menerus.
Semoga di bulan Ramadhan ini kita bisa memperoleh hikmah dan mampu
melatih kita untuk siap berperang ketika setan sudah terlepas dari
belenggunya.
Bulan Ramadhan
sangatlah baik untuk mengukur sejauh mana kekuatan nafsu yang bersifat
negatif diri kita apabila tidak di boncengi setan, karena perbuatan
negatif tersebut adalah murni dari kita sendiri.
(read more ...)